Ads 468x60px

Recent Posts

Recent Posts

Recent Posts

Our Sponsors

Blogger Themes

Showing posts with label Karya Sastra. Show all posts
Showing posts with label Karya Sastra. Show all posts

Thursday, October 22, 2015

Teks Ulasan Film 99 Cahaya di Langit Eropa

        “99 Cahaya di Langit Eropa” adalah film drama religi tahun 2013 dari Indonesia. Film ini adalah film ke-40 yang dirilis oleh Maxima Pictures. Film drama ini diadaptasi dari novel berjudul “99 Cahaya di Langit Eropa” karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra. Film ini merupakan film Maxima Pictures yang termahal, dengan anggaran melebihi Rp 15 miliar. Film ini mendapat pujian dari Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono saat pemutaran film perdana di Djakarta Theatre pada tanggal 29 November 2013.

        Film ini mengisahkan pengalaman seorang jurnalis asal Indonesia yang sedang menemani suaminya menjalani kuliah doktorat di Vienna, Austria. Film ini mengisahkan bagaimana mereka beradaptasi, bertemu dengan berbagai sahabat hingga akhirnya menuntun mereka kepada jejak-jejak agama Islam di Benua Eropa yang dibawa oleh Bangsa Turki di era Merzifonlu Kara Mustafa Pasha dari Kesultanan Utsmaniyah.

        Film “99 Cahaya Di Langit Eropa” ini, membuat saya terkesan melihat perjalanan sepasang  tokoh yang selalu berjuang untuk memperoleh kesuksesan. kesuksesan yang dimaksudkan adalah kesuksesan meraih prestasi dalam pendidikan, pengetahuan, dan sejarah islam di Eropa. Selain dari pada itu, yang membuat kesan mendalam dari film tersebut adalah kecerdasan sutradara mengemas film tersebut dengan baik dan penuh teka-teki. Film ini di atur sedemikian rupa sehingga kekurangan- kekurangan yang ada menjadi tidak terlihat dan membuat setiap orang yang menonton film ini terpukau.

        Film ini lebih seperti melihat ensiklopedi kemegahan Eropa dan sejarah Islamnya, kurang mengajak penonton untuk turut serta merasakan apa yang Hanum rasakan, sehingga cerita menjadi bias dan kosong. Konflik-konflik dalam cerita memang terlihat sengaja diangkat dan ditonjolkan, kemudian dibahas melalui sejumlah monolog Hanum, sehingga kurang memancing emosi penonton.

        Pada beberapa adegan dalam film ini juga terlihat dipaksakan. Yang paling menggelikan, adalah adegan adzan di Menara Eifel. Adegan tersebut merupakan sesuatu yang aneh dan tidak perlu ditampilkan. Hal ini juga menjadi lebih aneh lagi dengan tata suara dan musik yang kurang sesuai dengan kondisi sebenarnya . Untungnya, kekurangan ini berhasil tertutupi oleh detil suguhan visual artistik suasana Eropa yang amat indah.

        Di samping itu, hal yang mengganggu adalah dialog Hanum dengan Fatma dan Marion yang disajikan dalam Bahasa Indonesia bukan dengan Bahasa Jerman atau Bahasa Inggris. Penyajian dengan Bahasa Indonesia memang bertujuan agar penonton awam lebih mudah memahami. Namun ini dapat menjadi bumerang karena penonton akan mengira Fatma dan Marion juga berkewarganegaraan Indonesia, sama seperti Hanum. Masalah yang sama juga terjadi pada cara dialog Rangga dengan Stefan, Khan, maupun Maarja.

         Film “99 Cahaya Dilangit Eropa” mempunyai pesan moral yang dapat dipetik oleh masyarakat, antara lain nilai-nilai ajaran agama khususnya Islam, hubungan sosial dan budaya , dimana islam menjadi merupakan minoritas di Negara Eropa. Selain itu secara tidak langsung penonton bisa mengetahui dan belajar banyak hal tentang segala informasi dari negara-negara yang ada di Eropa, mulai dari pemerintahannya, wisatanya, tempat-tempat bersejarah islam dan kebudayaannya.

        Film yang diadaptasi dari Novel best seller tersebut sangat memotivasi dari segala sisi. Baik dari sisi keyakinan, pendidikan, kasih sayang, dan lain sebagainya. Film ini sangat layak ditonton oleh semua kalangan. Disamping itu, untuk umat muslim kita dapat mengetahui berbagai macam sejarah islam di Benua Eropa dan hidup bertoleransi antar umat beragama.

Sunday, July 6, 2014

Jeritan Bangsa

Saat kaki terlangkahkan

Sejenak hati berfikir tentang keadilan

Ketika bangsa dilanda bencana

Ketika rakyat kecil dirundung duka

Ketika semua berharap tanya

Mana yang benar ?

Mana yang salah ?

Banyak sosok muncul seolah pakar

Berteriak-teriak seakan benar

Seharusnya begini

Seharusnya begitu

Ternyata semua hanya teori membingungkan

Di sudut-sudut kota

Di pelosok negeri

Rakyat jelata menggeliat kelaparan

Anak-anak mulai putus harapan

Akan kemana kami mencari

Napas kebebasan yang semakin sesak

Angin kehidupan yang mulai hilang

Sungguh tragis dan ironis

Siawam hanya bertanya

Dosa siapa ini ?

Kenapa harus kami yang mendapat siksa

Kami kenyang akan janji

Kami lapar akan beras

Kami haus akan kemakmuran

Kami butuh keadilan

Thursday, March 20, 2014

Puisi Ibu

 

Ibu……..

Engkau melahirkanku ke dunia

Dengan darah merah membasahi bumi

Tangisan kesakitan yang bergema

 

                                                       Ketika aku bayi

                                                       Kau timang aku siang malam

                                                       Tangisku…….

                                                        Bagai lonceng dihidupmu

      Disaat aku dewasa

      Masih juga engkau timang

      Dengan doa dan petuahmu

     Kadang . . . . . .

     Disertai tangis bila aku melawanmu

                                     Engkau mendidik dan membesarkanku

                                     Dengan jiwa dan ragamu

                                     Sepenuh hatimu

                                     Dan izinkan aku

                                    Menitihkan air mataku dan

                                    Maafkanlah aku ibu

Monday, November 25, 2013

Selamat Jalan Pionerku ( Puisi )

      Aku buat puisi ini kelas 8 SMP. Puisi ini aku persembahkan untuk kakak kelasku. Tetapi dari pada puisi ini cuma buat acara itu saja lalu dibiarkan kan sayang jadi ya aku share aja buat kalian. 

  
Selamat Jalan Pionerku
Karya : Gita Khoirunnisa’ N
Hati ini
Tak seindah tarian surya
Tak seelok langit biru
Langkah sepi selalu terbayang
Sayonara berdentang
Mungkinkah kita bertemu
Mungkinkah kita bersama lagi
Saat ini
Hati terasa tertancap duri
Saat ini
Saat yang menyiksa dirimu dan diriku
Waktu terasa lambat berputar
Berputar tuk berjalan melalui hari demi hari
Hari ketika kita tak bersama lagi
Tak bersama lagi
Jangan
Jangan pandang air mata ini
Air mata penuh arti
Langkahkan kakimu
Jangan kau ragu untuk maju
Berbagai rintangan telah kita lewati
Penuh bunga maupun bertabur duri
Detik ini semua
Semuakan menjadi putih berseri
Selamat jalan pionerku
Waktu tak berhenti disini
Kejarlah sejuta impian
Raih sejuta bintang
Mengharumkan wiyata ini
Sayonara kakakku
Kau takkan terganti disudut hati ini
Bunga tawamu tertancap dihati
Buah mulutmu terukir dibenak

Selamat jalan pionerku
Sejauh apapun jarak kita
Hati kita selalu bersama
Harumkanlah almamater

       Gimana friends setelah baca puisi itu. Ma'af ya karyaku belum sempurna. Oleh karena itu kalau ada kritik dan saran silakan tinggalkan komentar oke. 

Pidato Hari Pendidikan

Assalamu’alaikum Warohmatullahi wabarokatu.
            Kepada yang terhormat Bapak Drs. H. Hadi Winoto selaku kepala sekolah SMPN 1 Wuluhan. Bapak dan Ibu guru yang saya hormati. Serta teman- teman yang saya sayangi.
            Pada pagi yang cerah ini, marilah kita ucap rasa syukur kita atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya sehingga kita dapat hadir dalam acara peringatan hari pendidikan nasional dalam keadaan sehat walafiat.
            Sholawat serta salam tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, yang telah membimbing manusia menjadi manusia berakhlak mulia.
            Hari ini tanggal 2 Mei 2012 merupakan hari Pendidikan Nasional. Bagi bangsa Indonesia hari ini adalah hari yang bersejarah, karena pendidikan adalah modal utama dalam rangka memajukan dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
            Hari Pendidikan Nasional tidak lepas dari perjuangan Ki Hajar Dewantoro. Beliau telah mempelopori pendidikan bangsa. Beliau yakin untuk membangun bangsa dan negara diperlukan generasi- generasi yang pandai dan cakap. Semangat inilah yang mendorong beliau untuk mewujudkan cita- citanya. Didirikanlah sekolah- sekolah sederhana. Dari sanalah muncul generasi- generasi pelopor bangsa. Yang pada akhirnya bangkit mengusir penjajah dari Indonesia.
            Beliau lebih terkenal dengan filsafatnya “Ing ngarso sung tulada, Ing madya mangun karsa, Tut wuri handayani”. Arti filsafat tersebut adalah di depan memberikan contoh, di tengah membangun kehendak, di belakang memberikan semangat. Berkat jasa Ki Hajar Dewantoro, kini semua rakyat Indonesia tanpa pandang bulu dapat mengenyam pendidikan. Dan pendidikan di Indonesia semakin maju. Hal ini tercermin  dari banyaknya sekolah- sekolah yang berdiri bagai jamur di musim hujan. Juga semakin meningkatnya kesadaran rakyat Indonesia mengenai pentingnya pendidikan.
            Dengan semangat hari Pendidikan Nasional ini marilah kita tingkatkan belajar kita dalam menuntut ilmu, baik ilmu pengetahuan, agama maupun umum untuk kemajuan bangsa dan negara.Marilah kita tunjukkan kepada dunia, Indonesia bisa !
            Demikian yang dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih atas perhatiannya. Mohon maaf jika ada kata-kata yang salah atau kurang berkenan dihati. Billahi taufiq wal hidayah.
Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatu.

Pidato Lepas Pisah ( Bahasa Jawa )

Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.
Ingkang kinurmatan Bapak Drs. H. Hadi Winoto minangka Kepala SMPN 1 Wuluhan. Ingkang kawula hormati para bapak tuwin ibu guru SMPN 1 Wuluhan.Ugi para rencang- rencang ingkang kawula tresnani.
Dhumateng para rawuh sedaya, ingkang langkung rumiyin monggo sareng- sareng kita ngaturaken puji syukur dhumateng ngersanipun Gusti Allah, ingkang Maha Kuwaos, ingkang sampun paring pinten- pinten rohmat, berkah ugi inayahipun dumateng kula lan panjenengan sami, sainggo ing dinten punika kita tansah saged kempal manunggal wonten acara lepas pisah siswa SMPN 1 Wuluhan taun pelajaran 2012/2013.
          Sholawat saha salam mugi tansah dipun pinaringaken dhumateng junjungan kita Nabi Agung Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam ingkang sampun ndidik kita sedaya dados manungsa ingkang nggadhah akhlak ingkang mulya.
Mboten kraos sampun 3 taun kula saha rencang- rencang ngangsu kawruh wonten SMPN 1 Wuluhan. Seneng kaliyan susah sampun kita lampahi wonteng ing SMPN 1 Wuluhan. Dinten punika, dinten ingkang pungkasan kawula saha rencang- rencang kelas IX wonten mriki. Kula saha rencang- rencang badhe nerusaken lampah dhateng SMA. Mugi-mugi donganipun bapak saha ibu guru tansah nyarengi lampah kawula saha rencang- rencang kelas IX.
Salajengipun kawula haturaken kathah matur sembah nuwun, dhumateng para bapak tuwin ibu guru ingkang sampun kerso sabar, tabah, tlatos mbimbing lan ngajaraken sedaya ilmu ingkang sae dhumateng kita kanthi mboten ngenal payah, sedanten wekdalipun dipun curahaken damel ndidik kita supados kita saged dados tiyang ingkang pinter, nggadhah prestasi lan nggadhah akhlak ingkang sae.
Kathah kenangan ingkang sampun kula saha rencang- rencang alami wonten SMPN 1 Wuluhan. Kenangan meniko tansah kasimpen abadi wonten manah kita. Dhumateng bapak saha ibu guru ingkang sampun maringaken sedaya ilmunipun, mugi-mugi Gusti Allah ingkang Maha Kuwaos ingkang paring balesannipun.
Kangge adhik- adhik kelas VII kaliyan kelas VIII, sampeyan ngudi kawruh sing rajin, supados saged dados siswa ingkang pinter.
         Bapak tuwin ibu guru, kula saha rencang- rencang nyuwun agunging pangapunten dhumateng sedaya kalepatan ingkang sampun kawula saha rencang- rencang lampahi ngantos sak meniko.
       Niki wau sakedik atur saking kawula, kathah kalepatanipun kawula tansah nyuwun agunge sih samudro pangaksami. Cekap semanten saking kawula, kula pungkasi kanthi waosan.
Billahi taufiq wal hidayah, wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Puisi Sayonara


     
       Karya : Gita Khoirunnisa’ Nurillah & Vina Minatul Adhimah

Langkah sepi menghantui
Saat sayonara berbunyi

Hati tertancap duri
Hujan deras menghias
Saat terlintas sebuah memori
Memori yangkan abadi

Waktu termakan sudah
Oleh mentari
Oleh mendung
Bintang debu bergabung

Baru kini kusadari
Saat kata perpisahan menusuk telinga ini
Kau takkan terganti disudut hati ini
Walau datang bayangan
Bayangan yang memaksa menyelip di hati ini
Takkan pernah terganti

Sayonara pionerku
Bunga tawamu selalu ada di hatiku
Buah mulutmu tertulis di pikiranku
Semuakan menjadi pelangi

Sayonara kakakku
Rambu lalu lintas kehidupan masih panjang
Raih emas impianmu
Tuk kibarkan kerajaan

Sayonara kakakku
Emas menantimu
Jaga bendera istana
Tuk selamanya

Thursday, November 21, 2013

Cerita Judulnya 3RPAF

          Ini adalah cerita karanganku sama temen- temenku waktu kelas VII. Walaupun menurut saya ceritanya sedikit gak jelas sih tapi semoga bermanfaat aja deh...
 
Blogger Templates